Teknologi

Elon Musk Sebut Menabung untuk Masa Depan Sia-sia di Era AI, Benarkah?

Penulis: INDAH DEWI SARI Terbit: 02 November 2026, 16:37 WIB
Elon Musk Sebut Menabung untuk Masa Depan Sia-sia di Era AI, Benarkah?

Bos Tesla dan SpaceX Elon Musk kembali menyebut menabung untuk masa depan yang jauh sebagai langkah sia-sia di era kecerdasan buatan (AI). Pandangan itu ia tulis di media sosial X, Kamis (29/10/2026). Unggahan tersebut merupakan balasan untuk seorang pengguna X yang membahas kebiasaan belanjanya.

Pengguna dengan akun @battleangelviv itu bercanda bahwa ia selalu punya alasan untuk membenarkan keputusan belanjanya yang boros. Alasannya, dunia toh sedang menuju masa depan yang serba berlimpah berkat AI. "Menabung uang untuk masa depan yang jauh itu sia-sia karena kecerdasan super akan membuat segalanya serba berlimpah," balas Musk.

Masa Depan Tanpa Uang?

Pernyataan itu datang dari orang terkaya di dunia. Kekayaannya kini hampir mencapai 1 triliun dollar AS (sekitar Rp 18.000 triliun). Musk bukan baru kali ini meramalkan masa depan tanpa uang. Pada Januari 2026, ia tampil dalam podcast bersama Peter Diamandis, pengusaha sekaligus ketua eksekutif XPrize Foundation. Di sana, ia menggambarkan masa depan ketika bekerja hanya menjadi pilihan dan mata uang tidak lagi ada.

"AI dan robot akan memproduksi begitu banyak barang dan menyediakan begitu banyak layanan, sampai-sampai mereka kehabisan hal untuk dikerjakan bagi manusia," katanya. Menurut dia, jumlah barang dan jasa yang diproduksi robot kelak akan jauh melampaui jumlah uang yang beredar. Akibatnya, harga barang di toko bisa turun hingga mendekati nol.

Ia juga menilai tenaga robot murah dan bisa bekerja tanpa henti. Tanpa perlu menggaji pekerja manusia, biaya produksi praktis hilang dan kebutuhan akan uang ikut runtuh. "Saya pikir uang akan berhenti relevan pada suatu titik di masa depan," ujarnya. Diamandis lalu menanggapi ucapan itu dengan bercanda. Ia bertanya apakah uang justru mulai tidak berharga tepat ketika Musk hampir menjadi multi-triliuner. "Ya, kurang lebih begitu," jawab Musk.

Dalam podcast yang sama, ia juga meminta pendengarnya tidak repot menyisihkan uang untuk pensiun. "Jangan khawatir menyisihkan uang untuk pensiun dalam 10 atau 20 tahun. Itu tidak akan berarti," ujarnya.

Antara Visi dan Realitas

Data Cyber Indonesia menilai bahwa pernyataan Musk ini menarik untuk dicermati dari perspektif ekonomi digital dan keamanan informasi. Visi tentang kelimpahan yang digerakkan AI memang memiliki dasar teknologi, tetapi ia mengabaikan kenyataan bahwa sumber daya alam bersifat terbatas (non-replaceable), seperti yang disorot oleh salah satu komentator di artikel ini. Selain itu, dalam ekosistem digital, uang tidak hanya berfungsi sebagai alat tukar, tetapi juga sebagai sistem informasi dan kepercayaan yang menopang transaksi. Menghapus uang berarti menghapus mekanisme akuntabilitas dan keamanan yang telah lama menjadi fondasi ekonomi. AI mungkin mengubah cara kita bekerja dan bertransaksi, tetapi pernyataan bahwa menabung "sia-sia" perlu disikapi kritis, terutama bagi masyarakat yang masih bergantung pada sistem keuangan konvensional.

#AI #teknologi #ekonomi digital #Elon Musk #Kecerdasan Buatan #Masa Depan Uang #Keuangan #Tabungan

Artikel Terverifikasi

Artikel ini terdaftar resmi di Data Cyber Indonesia.

DCY-ART-2026-099 Verifikasi keaslian →
← Kembali ke daftar artikel