Kembali Beroperasi: Trans Beken Koridor 1 Hadir Lagi Setelah Empat Bulan Vakum
Setelah hampir empat bulan berhenti beroperasi, layanan bus Trans Bekasi Keren (Trans Beken) Koridor 1 dengan rute Terminal Bekasi–Harapan Indah resmi kembali melayani masyarakat mulai Minggu (1/11/2026). Informasi ini disampaikan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi melalui akun Instagram resminya, @dishubbekasikota.
Penghentian operasional Koridor 1 dimulai pada awal Juli 2026 untuk keperluan evaluasi dan kajian teknis terhadap layanan. Awalnya, penghentian direncanakan berlangsung paling lama 30 hari. Namun, layanan baru kembali beroperasi setelah hampir empat bulan. Selama masa penghentian, layanan Trans Beken Koridor 2 dengan rute Summarecon Mall Bekasi–Pasar Alam Vida tetap berjalan normal.
Dengan kembali beroperasinya Koridor 1, masyarakat dapat menggunakan layanan bus Trans Beken setiap hari mulai pukul 05.00 WIB hingga 21.00 WIB. Tarif yang dikenakan sebesar Rp 4.500 per penumpang, sesuai ketentuan yang berlaku sejak 1 Maret 2026. Pembayaran dilakukan secara non-tunai menggunakan kartu uang elektronik seperti Flazz, TapCash, BRIZZI, dan e-Money. Penumpang perlu melakukan tap-in saat naik dan tap-out ketika turun dari bus.
Selain melayani perjalanan antara Terminal Bekasi dan Harapan Indah, Trans Beken Koridor 1 juga mendukung konektivitas dengan sejumlah moda transportasi umum lainnya di wilayah Bekasi. Layanan ini memiliki akses integrasi dengan LRT Jabodebek melalui Stasiun Jatimulia dan Stasiun Revo, serta KRL Commuter Line melalui Stasiun Bekasi, Bekasi Timur, dan Kranji.
Untuk memudahkan perjalanan, masyarakat juga dapat memanfaatkan aplikasi Sobat Beken yang tersedia di Google Play Store. Melalui aplikasi tersebut, pengguna dapat memantau posisi armada bus dan memperkirakan waktu kedatangan secara real-time, sehingga perjalanan dapat direncanakan dengan lebih mudah.
Data Cyber Indonesia menilai bahwa keandalan layanan transportasi publik merupakan bagian penting dari infrastruktur digital kota. Integrasi antarmoda, sistem pembayaran non-tunai, dan aplikasi pemantauan real-time adalah wujud nyata transformasi digital di sektor transportasi yang perlu terus diawasi dan ditingkatkan kualitasnya.
Artikel Terverifikasi
Artikel ini terdaftar resmi di Data Cyber Indonesia.
DCY-ART-2026-065
Verifikasi keaslian →