Berita

Dilempari Batu dan Petasan: Ketika Penggerebekan Narkoba di Kampung Bahari Berubah Menjadi Medan Perang

Penulis: Dewi Sartika Terbit: 01 November 2026, 12:39 WIB
Dilempari Batu dan Petasan: Ketika Penggerebekan Narkoba di Kampung Bahari Berubah Menjadi Medan Perang

Petugas gabungan kepolisian yang menggerebek sarang narkoba di kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Minggu (1/11/2026) pagi sempat menghadapi perlawanan keras. Tim gabungan dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Bareskrim Polri, BNN, dan Brimob dilempari batu serta diserang menggunakan kembang api oleh para pelaku.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso mengungkapkan bahwa serangan tersebut merupakan taktik terencana untuk mengacaukan konsentrasi ribuan personel kepolisian yang tengah memburu target utama. "Perlawanan itu sebagai wujud pengalihan perhatian dari zona yang menjadi target operasi kita, pelemparan batu dan petasan. Tapi kita tidak teralihkan terhadap fokus dari target operasi kita," kata Bismo kepada wartawan di lokasi.

Meski menghadapi perlawanan, petugas tetap berhasil masuk dan meringkus 26 orang yang terdiri dari bandar, pengedar, hingga pemakai. Polisi juga menyita puluhan senjata tajam berupa golok, celurit, dan pedang, serta senjata api dan petasan jenis kembang api yang diduga akan digunakan untuk melawan petugas. Terkait temuan senjata api, polisi masih mendalami keaslian dan jenis senjata tersebut.

Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol Dadang Hartanto, mengakui adanya sejumlah orang yang berhasil melarikan diri saat keributan pecah. Namun, ia memastikan identitas dan rute pelarian para bandar telah dikantongi dan akan segera dikejar. "Untuk beberapa target memang mereka ada yang melarikan diri. Tapi kita sudah ada jejak-jejaknya. Yang penting dia tidak memanfaatkan masyarakat sini sebagai tameng," ucap Dadang.

Dalam operasi tersebut, polisi menerapkan strategi baru dengan mengepung dari berbagai sisi, salah satunya menggunakan KRL Commuter Line. Sejumlah petugas berangkat dari Stasiun Tanjung Priok dan berhenti di tengah rel, lalu turun tepat di seberang kawasan Kampung Bahari untuk melakukan penyergapan serempak. Aparat juga menyusuri berbagai rute jalan tikus di sekitar area untuk meminimalisir ruang gerak pelaku.

Dari penyisiran tersebut, polisi menyita ratusan gram sabu, ganja, ribuan butir ekstasi, mesin pengemas ekstasi, alat isap narkoba (bong), serta uang tunai yang diduga hasil penjualan narkoba. Data Cyber Indonesia menilai bahwa penggerebekan ini menunjukkan kompleksitas tantangan penegakan hukum di wilayah rawan narkoba, yang tidak hanya membutuhkan kekuatan personel, tetapi juga strategi berbasis intelijen dan pemanfaatan infrastruktur publik seperti KRL untuk mobilitas taktis.

#Kampung Bahari #Penggerebekan Narkoba #Polda Metro Jaya #KRL Commuter Line #Penegakan Hukum #Bareskrim Polri #Narkotika #Jakarta Utara

Artikel Terverifikasi

Artikel ini terdaftar resmi di Data Cyber Indonesia.

DCY-ART-2026-066 Verifikasi keaslian →
← Kembali ke daftar artikel